Sports Marketing, Jakarta: Evaluasi pengamanan final sepak bola SEA Games XXVI Indonesia melawan Malaysia, telah dilakukan oleh Polda Metro Jaya bersama INASOC, sebagai panitia penyelenggara dan pengelola Gelora Bung Karno (GBK).
Kepala Dinas Olah Raga dan Pemuda DKI Jakarta Ratiyono menyebutkan, membludaknya penonton pada laga final saat itu disebabkan karena kurang disiplinnya masyarakat yang datang ke GBK.
"Lagi-lagi memang kedisiplinan masyarakat yang kurang. Masyarakat yang memiliki tiket seharusnya masuk dengan teratur. Lebih lagi yang tidak mempunyai tiket seharusnya tidak memaksakan diri untuk masuk," Ratiyono di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/11).
Karena itulah, ke depannya, Ratiyono menyebutkan pihaknya tidak akan menyediakan tiket melebihi 80% kapasitas GBK. Penjualan tiket juga akan lebih disosialisasikan kepada masyarakat dan dikordinasikan sistim penjualannya dengan pihak kepolisian.
"Penjualan tiket kita akan dikordinasikan dengan baik dengan pihak kepolisian. Jumlah tiket yang dijual akan disesuaikan dengan kapasitas GBK. Kita tidak mungkin menjual tiket lebih dari 80% kapasitas GBK," ujarnya.
Lebih lanjut, guna mengantisipasi adanya pemalsuan tiket, Ratiyono mengatakan pihaknya juga akan mengkordinasikan pengamanannya sedini mungkin dengan pihak kepolisian.
"Ke depannya antisipasi jangan sampai ada pemalsuan tiket. Dari awal kita bekerja sama dengan Polri, misalnya mulai dari pencetakan tiket. Sehingga dari awal terdeteksi kalau ada tiket yang palsu atau asli. Juga saat penjualannya kita sosialisasikan berapa tiket yang ada tersisa," cetusnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Biro Operasional Polda Metro Jaya Kombes Agung Budi Maryoto. Antisipasi ke depan, Agung menyebutkan perlu ditempatkannya kamera CCTV di setiap pintu masuk.
"Sebelum ada pertandingan, dijelaskan dan ada transparansi pola penjualan tiket. Kami juga menyarankan tiap-tiap pintu ada CCTV-nya. Sehingga bisa mengetahui dengan benar apa yang terjadi di sana, jika ada hal-hal yang tidak diinginkan petugas bisa segera bergerak," cetusnya.
Selain penjualan tiket, ia juga meminta adanya kerjasama di sektor lainnya terkait pengamanan pertandingan olah raga di GBK.
"Misalnya soal parkir, seharusnya di sekitar stadion itu tidak boleh ada yang parkir," imbuhnya.(MI/DNI)
