Sports Marketing, Performa Radja Nainggolan di Italia bersama Cagliari makin memesona. Ia kini menjelma sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di kompetisi Serie A Italia.
Gelandang berdarah Indonesia ini lihai sebagai penyeimbang permainan. Sebagai pemain keturuan Batak, Sumatera Utara, ia juga memiliki jiwa petarung dengan gaya elegan.
Karena itu, pemuda 23 tahun ini menjadi salah satu permata jelang bursa transfer Januari dibuka. Tak tanggung-tanggung, lima klub elite Italia tengah mengincarnya. Mereka adalah AC Milan, Inter Milan, Juventus, AS Roma, dan Fiorentina.
Tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri ada seorang pemain berdarah Indonesia tampil bersinar di kompetisi elite Negeri Pizza.
Aksi dari anak seorang ayah Batak bernama Marianus Nainggolan dengan ibu asli Belgia Lizi Bogaerd ini akan tersaji saat Cagliari menjamu juara bertahan Serie A, AC Milan, di Stadion Sant'Elia, Italia, Rabu (21/12) dini hari.
Sebagai pemain yang sedang jadi incaran I Rossoneri, Nainggolan tentu ingin menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang hebat. Meski demikian, ia takkan terpengaruh dengan isu ketertarikan Milan kepadanya.
"Saya hanya ingin fokus pada pertandingan ini dan membantu tim mendapatkan poin maksimal. Kami sudah terlalu banyak kehilangan poin pekan ini. Untuk itu kami harus konsentrasi meski ini tidak mudah," kata Nainggolan dilansir teamtalk.com, Senin (19/12).
Nainggolan bersama Cagliari memang mengalami kerugian besar di dua pertandingan terakhir Serie A. The Sardinian hanya mampu bermain imbang kala menjamu Parma dua pekan lalu dan kemudian kalah 0-2 dari Chievo.
Dua pertandingan dengan kehilangan lima poin membuat Cagliari turun ke posisi 12 klasemen. Atas dasar itu, Nainggolan dan kawan-kawan berhasrat mengamankan poin kandang meski akan berhadapan dengan Milan.
Menghadapi Milan tentu bukan pekerjaan mudah buat Nainggolan. Ia akan banyak terlibat duel dengan gelandang kenyang pengalaman Milan di antaranya Kevin-Prince Boateng, Clarence Seedorf, Mark van Bommel, Alberto Aquilani, hingga Alberto Nocerino.
Milan sudah kembali bangkit usai menaklukkan Siena dengan skor 2-0, Sabtu lalu. Pasukan Massimiliano Allegri ingin melanjutkan trek kemenangan sebagai upaya merebut posisi Capolista dari Juventus.
"Pertandingan menghadapi Siena sangat sulit kami lewati. Namun pada akhirnya kami memenangi pertandingan berkat soliditas dan kerjasama tim. Kini kami harus fokus untuk pertandingan menghadapi Cagliari," kata Boateng dilansir situs resmi Milan.
Boateng merupakan tulang punggung permainan Milan. Gelandang asal Ghana ini menjadi salah satu instrumen penting sistem serangan Milan dalam formasi 4-3-1-2 sebagai pendukung Zlatan Ibrahimovic-Alexandre Pato atau Robinho.
Bertemunya Nainggolan dan Boateng di lapangan diprediksi bakal menyuguhkan tontonan menarik. Dua gelandang muda dengan masa depan cerah itu akan saling unjuk kebolehan mengatur ritme serangan untuk mengantar timnya meraih kemenangan.
Untuk sementara, Boateng bisa datang ke Sant'Elia dengan kepercayaan diri tinggi. Maklum, Milan memiliki rekor sangat baik melawan Cagliari. Dalam lima pertandingan terakhir kemenangan selalu menjadi milik I Rosonerri.
Adapun Cagliari terakhir kali mengalahkan Milan pada 18 Oktober 1998 dengan skor 1-0. Mampukah Nainggolan membawa Cagliari mengulang hasil gemilang tiga tahun tersebut?
