Sports Marketing, Nurdin Halid memang tidak lagi menjabat sebagai ketua umum PSSI namun Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu dikabarkan masih memiliki pengaruh di tubuh PSSI. Benarkah demikian?
"Saya yakin tidak demikian," kata Manajer Pelita Jaya, Lalu Mara Satriawangsa, ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (18/12/2011).
Sinyalemen munculnya kembali Nurdin Halid di kancah sepakbola nasional mengemuka mengingat gejolak di PSSI menghebat dalam beberapa pekan belakangan. Muncul suara-suara dari pengurus provinsi PSSI dan klub sepakbola yang menginginkan adanya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI digelar kembali. Banyak di antara pengusung KLB ber-notabene sebagai pengurus Partai Golkar di daerah dan pusat.
Argumen utama ide gelaran KLB karena kepengurusan PSSI di bawah Djohar Arifin dinilai telah melanggar Anggaran Dasar (AD) hasil Kongres II PSSI di Bali Januari lalu. Pelanggaran itu di antaranya melakukan format kompetisi dari 18 klub menjadi 24 klub. Serta merehabilitas hukuman Persema Malang, PSM Makassar, dan Persibo yang mundur dari ISL dan pindah ke LPI tanpa Kongres dan dualisme kompetisi ISL dan LPI.
"Ini semata-mata karena pengurus PSSI yang terpilih tidak menjalankan amanah dengan baik," kata Lalu Mara yang juga Wakil Sekjen Partai Golkar itu.
Kuatnya pengaruh Golkar dalam tubuh PSSI sebenarnya bukan informasi baru lagi karena sudah lama tercium oleh publik. Namun ketika konflik PSSI dibawah kepemimpinan Djohar Arifin mencuat ke publik sinyalemen itu kian menguat.
Apalagi sejumlah klub yang disebut-sebut dikelola kader Golkar menolak bergabung dengan Liga Primer Indonesia (LPI). Klub ini memilih bergabung dengan Indonesia Super League (ISL).
Sejumlah informasi yang dikumpulkan Tribunnews.com menunjukkan beberapa klub yang bergabung dalam ISL dan dikelola kader Partai Golkar. Club ini tidak bergabung dengan LPI yang dibawah kepemimpinan Djohar Arifin.
Klub itu diantaranya Sriwijaya Fc yang dikelola Dodi Reza Alex (CEO Sriwijaya FC) yang merupakan Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. Ayahnya Gubernur Sumsel Alex Nurdin adalah ketua DPD Golkar Sumsel.
PSPS yang diketuai Herman Abdullah (ketus Kosgoro Riau), Walikota Medan yang diusung Golkar Rahudman Harahap (Ketua Umum PSMS), Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano (Walikota Jayapura dari Golkar), CEO Mitra Kukar Endri Erawan (kader Golkar), Manajer Pelita Jaya Lalu Mara (Wakil Sekjen Golkar), dan beberapa klub lainnya dikelola kader Partai Golkar di daerah.
