Monday, December 26, 2011

PSSI Putuskan Sanksi Persipura Januari 2012

Sports Marketing, Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menghentikan sementara proses sidang klub Persipura yang hingga saat ini belum diputuskan sanksinya akibat memboikot dari Indonesia Premier League.

Persidangan untuk klub yang saat ini memilih merumput di Liga Super Indonesia ini akan dilanjutkan pada awal Januari 2012 mendatang.

“Saat ini kami tunda dulu dan akan dilanjutkan pada awal Januari 2012. Untuk jadwal pastinya kami belum mengagendakan karena harus menyesuaikan dengan anggota Komite Disiplin lainnya, tapi tentu akan kami proses terus,” kata Wakil Ketua Komite Disiplin PSSI, Catur Agus Saptono, saat dihubungi Tempo, Ahad 25 Desember 2011.

Catur mengatakan penundaan proses sidang tersebut lantaran adanya surat di Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) yang meminta agar pengurus PSSI berkomunikasi terlebih dahulu dengan para klub yang menyeberang dari kompetisi di bawah PSSI. “Untuk sementara ini kami akan menginventarisasi lagi persoalan-persoalan klub-klub itu, termasuk Persipura,” katanya.

Sebelumnya, pada Kamis lalu, FIFA dan AFC telah menyurati PSSI terkait dengan situasi kompetisi di Indonesia. Dalam surat itu kedua asosiasi hanya mengakui Liga Prima Indonesia Sportindo sebagai penyelenggara resmi kompetisi di Indonesia.

Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, pada Sabtu kemarin mengatakan akan menyurati klub-klub yang dinilai membangkang agar kembali berkompetisi dalam liga di bawah PSSI. Tindakan ini diambil setelah PSSI menerima surat dari Federasi Sepak Bola Internasional, FIFA, terkait dengan dualisme kompetisi nasional.

Dalam surat yang akan dikirim itu klub pembangkang diberi waktu dua pekan untuk kembali ke PSSI, terhitung sejak menerima surat. “Dari seluruh klub yang keluar dari LPI, hanya Persipura yang belum diputuskan. Makanya kami tunggu hingga Januari nanti setelah PSSI melakukan komunikasi dengan klub-klub yang memilih di luar kompetisi resmi PSSI,” kata Catur.

Dualisme kompetisi nasional itu bermula saat PSSI menggelar kompetisi bertitel Indonesia Premier League dan menambah enam klub baru. Sikap itulah yang kemudian menjadi salah satu pemicu pembangkangan dari beberapa klub yang ngotot berlaga di ISL, yang dihelat PT Liga Indonesia, sebagai pelaksana kompetisi musim lalu yang mandatnya sudah dicabut oleh PSSI sekarang.

Hingga saat ini sudah ada 13 klub yang dihukum PSSI dengan sanksi beragam, seperti degradasi ke Divisi Utama musim selanjutnya dan denda dari Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar.

Berita Utama