LAGA Persebaya versus Kelantan FA di Gelora 10 Nopember malam nanti (28/12) mendapat perhatian tersendiri dari petinggi dua negara. Pejabat olah raga dari Indonesia dan Malaysia diagendakan untuk menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung.
Dari pihak Malaysia, akan hadir Menteri Belia dan Sukan Malaysia YB Dato" Sri Ahmad Shabery Cheek, Presiden Bola Sepak Amatur Kelantan (KAFA) Tan Sri Datuk Seri Panglima Haji Annuar Musa, dan CEO Malaysia Super League (MSL) Stuart Ramalingan.
Sedangkan dari Indonesia, Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Alfian Mallarangeng dan CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Widjajanto juga akan datang.
Tak mau kecolongan soal pengamanan selama pertandingan, panpel Persebaya menyiagakan pihak keamanan berkekuatan 1.100 personel. Mereka terdiri dari aparat kepolisian dari jajaran Polda, Polrestabes, serta Polsek. Tak lupa militer AD juga disiapkan.
"Kami menginginkan pengamanan yang lebih ketat dari biasanya. Apalagi ada menteri dari dua negara yang akan datang," kata ketua panpel Sutrisno. Untuk tribun VVIP, yang rencananya bakal ditempati tamu-tamu penting akan mendapat pengawasan tambahan.
Sutrisno juga mengimbau para pendukung Green Force bisa tertib dalam memberikan suntikan moril kepada Persebaya. "Janganlah memberikan dukungan dengan berlebihan. Dan hindarilah rusuh atau hal negatif lainnya. Karena itu akan merugikan tim Persebaya sendiri," tutur Sutrisno.
Apa yang disampaikan Sutrisno tersebut rasanya wajar. Mengingat laga Persebaya versus Kelantan FA diprediksi berlangsung seru. Dan, rasanya malu kalau sampai terjadi rusuh di luar laga tersebut.
Maklum, ketika dijamu di Kota Bharu Jumat (23/12) lalu, meski Kelantan FA mengecewakan publiknya dengan hasil imbang, toh pendukungnya tetap legawa dengan hasil tersebut. (dra/ko)
