PSSI mengaku tidak akan mencampuri keputusan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang ingin menurunkan pemain Pelita Jaya FC, Safee Sali, di laga persahabatan resmi FIFA lawan Arab Saudi pada akhir Februari. Namun, PSSI mengingatkan FAM bahwa menurunkan Safee memiliki konsekuensi sanksi bagi tim nasional Malaysia.
Safee bersama Pelita Jaya merumput di Liga Super Indonesia (ISL) yang dinilai ilegal oleh PSSI. FIFA dan AFC pun tidak mengakui legalitas ISL. Sesuai suratnya yang dilayangkan pada 21 Desember 2011, FIFA melarang keras federasi sepak bola menurunkan pemain asal liga illegal (breakaway) di laga resmi internasional.
''Pemain-pemain ISL tidak diperkenankan bermain di timnas nasional,'' tulis surat yang ditandan-tangani Sekjen FIFA Jerome Valcke dan Sekjen AFC Alex Soosay lewat surat resminya kepada PSSI.
Wakil Ketua Komisi Disiplin PSSI, Catur Agus Saptono, mengaku PSSI tidak dalam posisi untuk mengomentari kebijakan FAM yang akan memanggil Safee. Namun, PSSI hanya mengingatkan FAM tentang konsekuensi sanksi jika tetap ngotot menurunkan Safee.
''Sesuai ketentuan FIFA, pemain yang memperkuat liga di luar liga yang diakui federasi itu dilarang bermain di pertandingan resmi FIFA,'' ujarnya saat dihubungi Republika, Rabu (1/2).
Manajer Safee, Zakaria Abd Rahim, sebelumnya menyatakan Safee dan Pelita Jaya akan 'berpisah sementara'. Seperti dikutip hmetro.com, Zakaria yang dihubungi pada Selasa (31/1) malam mengatakan bahwa Safee terpaksa membuat keputusan 'berpisah sementara' demi menyelamatkan karir internasionalnya bersama timnas Malaysia. “Kepastian Safee akan diketahui pada jumpa pers di Jakarta pada Rabu (1/2),” kata Zakaria.
