Kemenangan 4-1 yang diraih PSMS atas Persiba Balikpapan menjadi catatan bagus bagi duet Suharto AD-Roekinoy serta pelatih kiper Sugiar.
Tiga poin tanpa pelatih kepala Raja Isa yang baru dipecat menjadi sukses tersendiri buat trio asisten pelatih. Kunci kemenangan tim, seluruh pemain bermain lepas tanpa beban.
Asisten pelatih Roekinoy mengatakan kepada GOAL.com Indonesia usai pertandingan, selepas pelatih kepala Raja Isa didepak, trio asisten pelatih segera mengevaluasi seluruh skuad. Hal paling utama adalah memperbaiki mental dan sisi psikologi pemain. "Dua hari ini, kita memperbaiki mental. Pada pertandingan ini, mereka (pemain) bermain bebas tidak ada tekanan," ungkapnya.
Dia menyebutkan, pola permainan yang berubah 4-3-2-1 menjadi 4-4-2 juga diaplikasikan pemain dengan main. "Karena selama ini pola itu sudah ada dasarnya," timpalnya.
Dalam partai ini, ada perubahan dalam susunan skuad. Misalnya, PSMS memasukkan Denny Rumba yang baru kali ini bermain full time dalam sembilan partai. Selain itu, mereka juga memainkan Arie Priatna sejak babak pertama serta memasukkan dua pemain muda, Yosep Ostanika dan Muhammad Anthony, di babak kedua.
"Denny Rumba memang pemain bagus dalam mengusung serangan. Niko (Yoseph) dan Anthony kita masukkan karena butuh bermain sprint," paparnya.
"Semua pemain bermain baik malam ini," tukasnya.
Sementara itu, pelatih Persiba Hariyadi mengakui kekalahan timnya karena PSMS berhasil menekan sejak babak pertama. "Kami dalam pressure terus. Kita tidak bisa keluar dari tekanan," ujarnya.
Soal wasit yang menganulir gol Asri Akbar pada menit ke-50, dia enggan berkomentar. "Saya tidak akan menilai wasit. Namun, saat itu posisi Asri Akbar on position karena dia berlari dari bawah," ungkapnya.
"PSMS memang bermain bagus malam ini. Konsisi anak-anak dalam pressure terus, kita tidak bisa memaksimalkan gol," pungkasnya. (gk-38)
