Sehari setelah PSMS takluk 1-0 dari Gresik United (Persegres) dalam lanjutan Superliga Indonesia (ISO), Kamis (2/2), manajemen PSMS mengambil keputusan mendepak pelatih kepala Raja Isa, Jumat (3/2) malam WIB.
Kabar ini sejatinya sudah diprediksi bakal terjadi, mengingat situasi memanas di pertandingan kesembilan PSMS yang berlangsung di Stadion Teladan. Kalah di Teladan plus pertandingan berakhir kisruh menjadi satu paket keputusan manajemen Ayam Kinantan, julukan PSMS.
Bersama Raja Isa, PSMS baru sekali menang, tiga kali kalah, dan empat kali seri dan tim berada di klasemen bawah ISL.
Manajer PSMS Benny Tomasoa, yang dihubungi GOAL.com Indonesia, Jum'at (3/2) malam WIB, membenarkan kabar pemberhentikan pelatih asal Malaysia itu. "Iya benar, bukan dipecat tapi diberhentikan. Kita merespon masyarakat yang tidak puas atas kinerja beliau (Raja Isa)," jelasnya.
Benny menambahkan, selepas pertandingan itu, banyak tuntutan masyarakat. "Kami menerima komentar masyarakat, fans, juga yang lainnya. Dan bermuara pada mencari sosok baru. Dari itu, kami sampaikan kesimpulan ke CE0 dan komisaris. Raja Isa sendiri sudah kami kasih tahu soal ini, dan dia bisa menerima. Intinya semua sepakat dengan pemberhentian ini," bebernya.
Mantan asisten PSMS musim lalu ini mengungkapkan, secara resmi perihal pemberhentian Raja Isa akan disuarakan ke publik oleh manajemen, Sabtu. "Niatnya besok (Sabtu) kami buka ke publik agar lebih resmi. Tapi malam ini sudah banyak yang tahu dan saya sebagai manajer tak bisa berbohong untuk bilang tidak kepada kalian semua (media)," tuturnya.
Siapa sosok pengganti eks pelatih Persipura ini, Benny masih belum membuka nama. "Untuk sementara asisten pelatih (Suharto AD) akan menangani tim. Posisi pelatih kepala masih lowong," tukasnya.
Raja Isa sendiri belum bisa dimintai keterangan. Pria berusia 47 tahun ini belum juga menjawab pesan singkat yang dikirim.
Sementara itu, kehadiran Raja Isa di Medan, adalah sebulan sebelum kompetisi dimulai. Dia hanya menerima skuad yang dipilih manajemen dan diseleksi melalui duo asistennya Suharto AD dan Roekinoy. Hanya ada beberapa pemain yang 'dibawa' Raja Isa. Sejak menangani tim, Raja Isa berhasil membantu manajemen mendapatkan sponsor apparel bernama Eutag asal Malaysia.
Namun, dalam perjalanannya, penerapan materi latihan sang pelatih kerap dikritik banyak pihak. Semisal menerapkan formasi diamond 4-3-2-1 tanpa menjelaskan detail bagaimana para pemain seharusnya berlaku di lapangan, agar formasi ini sukses menalukkan lawan. Hingga pertandingan kesembilan, PSMS baru memasukkan tujuh gol dan sepuluh gol kemasukan. (gk-38)
