Jakarta - AFC angkat bicara soal PSSI disuruh melaporkan pemain-pemain asing yang bermain di Indonesia Super League (ISL). Namun, Ternyata permintaan FIFA dan AFC bertolak belakang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, ketua umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengungkapkan bahwa FIFA meminta PSSI untuk menyerahkan daftar nama pemain asing yang turun di kompetisi tidak resmi dibawah PSSI.
Menurut Djohar, permintaan itu karena FIFA ingin mengadukan pada asosiasi sepakbola sambil menindak lanjuti sanksi apa yang bisa dijatuhkan pada pemain-pemain tersebut.
"FIFA minta PSSI untuk menyampaikan nama-nama pemain asing yang bermain di luar kompetisi resmi. Kemudian, kami diminta melaporkan kepada FIFA dan negara asalnya," jelas Djohar di sela-sela acara rapat kerja yang digelar PSSI di Hotel Poencher, Cisarua, Jumat (3/2/2012) lalu.
Meski telah diminta, Djohar mengaku belum akan melakukan hal tersebut karena masih menunggu para pemain agar ingin kembali kedalam naungan PSSI.
Namun anehnya, permintaan FIFA kali ini tidak sejalan dengan konfederasi sepakbola Asia (AFC). Menurut pengakuan Sekretasi Jenderal AFC, Datuk Alex Soosay, sampai saat ini AFC tidak pernah meminta daftar pemain asing tersebut.
Dalam pernyataannya, setelah mengingatkan PSSI agar menyelesaikan masalah sebelum 22 Maret 2012 jika tidak mau terkena hukuman dari FIFA, bantahan menyangkut daftar itu pun dikeluarkan oleh Soosay.
"FIFA dan AFC telah memberikan batas waktu sampai 22 Maret 2012 untuk menyelesaikan masalah menyangkut ISL. Dan harus menemukan solusi jika tidak mau dikenakan sanksi," ucap Soosay.
"Saya juga ingin menyampaikan bahwa AFC tidak pernah sekali pun meminta pada PSSI untuk memberikan daftar pemain yang bermain di ISL pada kami. Laporan itu tidak benar," lanjut Soosay, seperti yang dilansir situs resmi Asosiasi Sepakbola Asia Tenggara (AFF).
Kenapa pernyataan ini aneh. Karena biasanya segala permintaan yang dikeluarkan FIFA akan ditembus langsung melalui AFC, baru jatuh ketangan PSSI. Namun kali ini AFC dan FIFA nampaknya kurang kompak.
