Persaingan antara Real Madrid dengan Barcelona masih tetap menjadi cerita utama La Liga sepanjang tahun 2011. ‘The Special One’ Jose Mourinho masih harus mencari formula terbaik untuk mengalahkan racikan Josep Guardiola.
Di pertengahan 2011 atau akhir musim 2010/11, Barcelona sukses memecundangi Real Madrid, mengawinkan trofi La Liga dengan Liga Champions. Sementara sang rival harus puas dengan trofi ‘kelas dua’ Piala Raja. Meski demikian, hasil di akhir musim tersebut merupakan catatan positif bagi pelatih Madrid, Mourinho.
Trofi Piala Raja merupakan trofi terbaru yang mengisi lemari piala Madrid, sejak memenangkan La Liga 2007-2008, atau tiga tahun silam. Mou juga membawa Madrid, yang masih tercatat sebagai klub tersukses di Liga Champions dengan sembilan trofi, untuk pertama kalinya memasuki babak semifinal Liga Champions dalam delapan tahun terakhir.
Dominasi Barca atas Madrid terlihat dari statistik head to head laga berjuluk ‘El Clasico’.‘Blaugrana’ mencetak sembilan gol dari lima kali pertemuan, sementara Madrid hanya tiga. ‘Los Blancos’ hanya sekali menang dalam lima pertemuan tersebut, yakni di final Piala Raja berkat gol tunggal Cristiano Ronaldo.
Sisanya, Barca menang 5-0 di pertemuan pertama La Liga dan imbang 1-1 pada pertemuan kedua. Hal serupa juga terjadi di ajang semifinal Liga Champions, dimana ‘Blaugrana’ menang 2-0 di leg pertama dan imbang 1-1 pada leg berikutnya.
Hadirnya Mourinho menambah sengit persaingan kedua tim. Komentar-komentar panasnya tak pelak membuat pemain kedua tim terbakar emosi berlebihan. Kartu merah dan kuning bertebaran hampir di setiap ‘El Clasico’. Bahkan pelatih timnas Spanyol Vicente Del Bosque harus mengingatkan agar perselisihan itu tidak terbawa hingga ke skuad ‘La Furia Roja’.
La Liga, seperti beberapa musim sebelumnya, didominasi kisah persaingan Madrid-Barcelona. Setidaknya hingga tujuh pekan sebelum La Liga usai, persaingan praktis mengerucut pada keduanya. Kesenjangan perolehan poin di akhir musim lalu antara kedua klub dengan posisi ketiga musim lalu, sangat kentara.
Barca mengakhiri musim dengan 96 poin, terpaut empat dari Madrid. Klub terbaik ketiga, Valencia, hanya mampu meraih 71 poin. Barca juga mencetak 95 gol dengan selisih gol mencapai 74 gol, sementara Madrid mencetak 102 gol dengan surplus 69 gol. Valencia di tempat ketiga dengan ‘hanya’ 64 gol, kemasukan 44 gol (surplus 20).
Gelar individual La Liga pun hanya menjadi rebutan Barcelona dan Real Madrid. Gelar pencetak gol terbanyak diraih Cristiano Ronaldo dengan 40 gol, disusul Messi dengan 31 gol.
Victor Valdes dari Barcelona menjadi kiper terbaik La Liga dengan hanya kebobolan 16 gol dari 32 laga. Sementara, kiper Madrid Iker Casillas menempati posisi kedua dengan kebobolan 32 gol dari 34 penampilannya.
Untuk urusan fair play, Barca juaranya. 'Raksasa Katalunya' memperoleh total seratus kartu, dengan akumulasi 95 kartu kuning, satu dua kali kartu kuning, dan satu kartu merah.
Kesenjangan kualitas antara Barca-Madrid dengan klub La Liga lainnya, menurut Presiden Sevilla, Jose Mari del Nido, antara lain dipengaruhi pembagian hak siar yang jomplang. Dua klub raksasa tersebut mendapat pembagian sekitar separuh dari total hak siar La Liga. Sisanya dibagi untuk 16 klub.
Awal musim 2011/12 diwarnai pemogokan pemain secara massal, inisiatif Asosiasi Pesepak bola Spanyol (AFE). Kompetisi La Liga yang sejatinya bergulir pada 20 Agustus terpaksa mundur hingga 27 Agustus. AFE menuntut tersedianya dana talangan untuk membayar gaji pemain.
Kini musim 2011/2021 telah mencapai paruh musim. Untuk sementara, Madrid berada di puncak klasemen dengan 40 poin, unggul tiga poin atas Barcelona. Namun dominasi Barca atas Madrid masih kentara.
Pada ‘Clasico’ pertama musim ini, Barca kembali menjinakkan Madrid di Santiago Bernabeu. Sempat tertinggal 1-0 di menit pertama lewat gol Karim Benzema, Barca berbalik unggul lewat gol Alexis Sanchez, Xavi dan Cesc Fabregas.
Begitu frustrasinya Mou, komentar pedas pun ia lontarkan saat Barca sukses merebut trofi Piala Dunia Antarklub 2012. “Tak penting,” begitu komentar Mou. Kontan, kubu Camp Nou berang. Bagaimana tidak, untuk tampil di ajang tersebut, sebuah klub dari Eropa harus menjuarai kompetisi paling bergengsi seantero Eropa, Liga Champions Eropa. “Iri saja kau, Mou,” begitu kira-kira balasan dari kubu ‘Merah-Biru’.
Kemenangan ini juga semakin mengilapkan rekor Guardiola di Santiago Bernabeu. Di ajang La Liga saja, ia sudah meraih tiga kemenangan dan hanya sekali imbang.
Musim 2011/12 masih menyisakan 22 laga. Untuk sementara, Madrid berada di atas Barca dalam daftar klasemen dengan selisih tiga poin. Namun konsistensi Barcelona di jalur kemenangan bisa mengubah posisi tersebut.
Agar Madrid tetap berada di posisinya saat ini, Mou harus segera menemukan resep yang tepat untuk meredam produktivitas Lionel Messi dkk saat keduanya bertemu pada ‘El Clasico’ jilid kedua di Camp Nou, akhir April mendatang. Laga yang disebut-sebut menjadi laga penentuan juara.
Lalu bagaimana dengan peluang juara untuk klub La Liga lainnya? Well, seperti kata Antonio Reyes, posisi ketiga adalah puncak klasemen bagi klub La Liga selain Barcelona dan Real Madrid.[yob]
