PERFORMA tak kunjung membaik, membuat langkah Arsenal untuk menjadi jawara Liga Primer Inggris seperti tujuh musim lalu semakin terjal. Meski barisan depan tampil tajam, namun ketidakseimbangan di lini tengah dan belakang membuat The Gunners sering gagal menuai hasil maksimal.
Kehilangan Cesc Fabregas, Gael Clichy, Emmanuel Eboue, dan Samir Nasri sangat terasa. Mereka meninggalkan lubang cukup terbuka. Tak pelak, kinerja Robin van Persie yang kini berstatus top skor sementara Premier League dengan torehan 16 gol, seolah tak ada artinya.
Lima kekalahan dan tiga seri dalam 18 partai, menjadi titik tak menguntungkan untuk bersaing dengan rekan sekota, Tottenham Hotspur, dan dua pemuncak klasemen, Manchester City serta Manchester United. Duo Manchester tersebut hanya kalah sekali, sedangkan Spurs efektif berhadapan dengan tim-tim papan menengah dan bawah.
Sepanjang musim ini, The Gunners tampil tak stabil. Kondisi terakhir terlihat tatkala mereka justru ditahan imbang 1-1 oleh tim papan bawah, Wolverhampton Wanderers, di Stadion Emirates, Selasa (27/12) malam.
Membuka dengan permainan cantik, mereka langsung unggul berkat aksi Gervinho memanfaatkan umpan Yossi Benayoun di menit kedelapan. Namun lini belakang yang ceroboh, membuat Steven Fletcher dengan leluasa menceploskan si kulit bundar pada menit ke-38.
Bahkan saat lawan bermain dengan 10 pemain, sang tuan rumah tak sanggup menjebol jala Wayne Hennessey. Disamping dijauhi keberuntungan, pasukan Arsene Wenger tampak kurang sabar dan sedikit terpancing emosi.
Tak pelak, hingga paroh kompetisi, The Gunners masih tertahan di posisi kelima dengan poin 33. Arsenal tertinggal 12 angka dari City dan United. Selisih tersebut terbilang sangat jauh, meski semua kemungkinan masih bisa terjadi.
Beberapa pihak menilai, kans tim asal ibukota tersebut untuk mengulangi prestasi musim 2003/2004, sudah tinggal 30 persen. Hasil polling di Sports Mole, mengungkapkan, peluang juara Arsenal akan terbuka jika mereka bisa memukul semua lawan-lawan terberat mereka di putaran kedua mendatang.
Itu berarti, Arsenal harus menaklukkan Manchester United (22/1), Tottenham Hotspur (26/2), Liverpool (3/3), Newcastle United (10/3), Everton (17/3), Manchester City (7/4), dan Chelsea (21/4).
Bila tersandung pada dua pertemuan dari serangkaian agenda di atas, sudah pasti peluang mereka tertutup total. Probabilitas akan terbuka dengan berharap pada dewi keberuntungan, yakni empat tim di atas mereka tampil jeblok usai transfer window II nanti.
"Ini situasi yang membuat kami frustasi, tapi hal yang membuatku tak habis pikir adalah hasil akhir yang harus didapat. Padahal secara taktik, irama permainan, dan penguasaan bola, kami bisa dominan, dan tinggal gol yang mungkin kurang saat kami bersua Wolves," ungkapnya.
Wenger mencoba untuk tetap menjaga optimisme, meski ia menyadari target paling realistis saat ini adalah finis di posisi empat besar untuk merebut tiket ke Liga Champions musim depan.
"Peluang kami tak hilang, meski pada beberapa bagian bisa dibilang sudah lenyap. Saya tak ingin menyalahkan siapapun, namun kami harus segera bangkit untuk partai berikutnya," kata Wenger.(Tribunnews.com/bud)
